Selasa, 29 November 2011

Pencari Cinta

Renungan Cinta...



Kepada yg masih SINGLE…

Cinta ibarat kupu2. Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tp, bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu di saat kau tak menduga. Cinta mampu membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tp cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pd seseorang yg layak menerima.

Kepada yg ragu2 dgn PERNIKAHAN.. .

Cinta bknnya mencari seseorang yg “SEMPURNA”, tetapi menemukan seseorang yg mampu menjadikan dirimu sempurna.

Kepada PLAYBOY / PLAYGIRL…

Jgn katakan “AKU CINTA PADAMU!” bila kau tdk benar2 peduli. Jgn bicarakan soal perasaan bila itu tdk benar2 ada. Jgn kau sentuh hidup seseorang bila kau hanya berniat main2 dgnnya. Jgn menatap ke dlm mata seseorang bila apa yg kau lakukan hanya pembohongan. Hal paling kejam yg dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta, sedangkan kau tdk berniat langsung “UNTUK MENERIMANYA” saat ia terjatuh.

Kepada yg PATAH HATI…

Sakit… patah hati… bertahan selama kau menginginkannya dan akan menghiris luka sedalam kau membiarkannya. Persoalannya, bukan bagaimana kita mengatasi rasa sakit itu, tetapi adalah apa yg boleh diambil sbg pengajaran dan hikmahnya.

Kepada yg BELUM PERNAH JATUH CINTA…

Bagaimana kalau jatuh cinta? Mahu jatuh, jatuhlah! Tetapi, jgn sampai terjerumus. Biar selamba tp stabil. Berkongsilah tetapi jgn tak adil. Cubalah utk memahami tetapi bkn bermakna tdk boleh meminta apa2. Bersedialah utk terluka dan menderita, tetapi jgn simpan semua rasa sakit jika itu yg benar2 dialami.

Kepada yg ingin MENGUASAI…

Hatimu patah melihat org yg kau cintai berbahagia dgn org lain, tetapi akan lebih sakit lagi apabila mengetahui bahawa org yg kau cintai ternyata tdk bahagia dgn mu.

Kepada yg takut MENGAKUI…

Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dgn seseorang. Tetapi, lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan dgn mu. Tetapi, cinta paling menyakitkan apabila org yg kau cintai, langsung tdk mengetahui perasaanmu terhadapnya.

Kepada yg masih bertahan MENCINTAI SESEORANG YG TLH PERGI…

Hal menyedihkan dlm hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta. Kemudian akhirnya menyedari bahawa dia bukanlah jodohmu dan kau tlh mensia-siakan masa bertahun-tahun utk seseorang yg tdk layak. Kalau sekarang dia sudah tdk layak, 10 thn dr sekarang pun dia tetap tak akan layak. Biarkan dia pergi dan lupakan.

Cinta memang indah tp byk ranjau onak berduri didlmnye…. .

Tentang Diriku

Foto Saya
Malaysia
Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

I Love Allah

I Love Allah

Aku Cinta Allah

Aku Cinta Allah


Memori Cinta

Memori Cinta

Cintai Allah

I Love Malaysia

I Love Malaysia

I Love Al Quran

I Love Al Quran

Mutiara Cinta

ku Yang Pemarah


akhir-akhir ini, orang sering berkomentar terhadapku..  kata mereka aku berubah menjadi seorang pemarah. cuman masalah sepele saja, pasti marah. pikirku, memang inilah aku apa adanya. mungkin mereka saja yang belum tau sifatku atau aku saja yang selama ini menutup-nutupinya. aku memang gak suka di katakan seorang pemarah,  seharusnya mereka memandang permasalahan secara proporsional sehingga bisa menilai orang dengan kadar yang tepat. mana seorang pemarah, mana orang yang memang seharusnya marah.
beda-beda tipis sih, tetapi aku lebih suka seperti itu. sehingga orang akan lebih memahami orang lain. penyikapan persoalan terhadap seseorang yang marah dan yang memang seharusnya marah juga akan berbeda.

wallahu ‘alam.

Menata kembali, niat kita dalam berdakwah

Niat adalah hal fundamental bagi setiap Muslim ketika mengerjakan sesuatu. Segala sesuatunya sangat bergantung pada niatnya.Niat inilah yang akan membawa konsekuensi pada diterima atau tidaknya suatu ibadah yang kita lakukan  kepada Allah SWT Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya perbuatan itu tergantung pada niatnya, seseorang itu akan memperoleh apa yang telah diniatkannya. Barang siapa hijrahnya itu karena Allah dan rasulnya, maka ia akan memperoleh pahala dan barang siapa hijrahnya itu karena harta atau wanita, maka ia akan memperoleh apa yang telah diniatkanya itu.”
Asal muasal hadits ini adalah ketika Rasulullah SAW berdakwah di negeri Mekah merasa sulit karena selalu  mendapatkan perlawanan hebat dari kaum Quraisy.Beliau akhirnya mendapat perintah untuk hijrah ke Yatsrib  (Madinah). Beliau pun memerintahkan para sahabat untuk berhijrah. Tapi para sahabat ternyata punya motivasi yang berbeda-beda dalam melakukan hijrah. Mulai dari sahabat yang ikhlas mencari keridhoan Allah SWT hingga alasan  wanita, harta, dan benda. Karena itu Rasulullah menginstruksikan kepada para sahabat untuk menata niat mereka  melalui hadits itu.

Ku Yakin Sampai disana


Di tengah banyak orang complain, kritik, tidak puas, kecewa dan protes atas kinerja 100 hari pemerintahan SBY yang dianggap gagal total, SBY dengan gembira bernyanyi “Ku Yakin Sampai di Sana”.
Saya tidak ingin ikut-ikutan membicarakan kinerja 100 hari pemerintahan SBY yang diwarnai drama century, perseteruan KPK-Polisi-Kejaksaan, mobil mewah para menteri, imajinasi pembunuhan atas dirinya dan pesawat kepresidenan. Karena saya yakin kita sudah bisa membedakan dengan jernih mana komitmen mana yang sekedar retorika, mana keseriusan dan ketulusan mana yang sekedar pencitraan.
Yang ingin saya bicarakan adalah judul lagu yang baru saja di launching SBY yang menurut saya menarik. Karena berisi semangat, keyakinan dan optimisme yang semestinya dimiliki oleh setiap orang yang ingin mencapai sesuatu yang diinginkan. Keyakinan adalah teman setia yang akan membawa kita pada suatu tempat yang kita cita-cita kan.


di penghujung malam, saat hujan masih membasahi bumi…


setelah rangkaian cerita  yang panjang hari ini… ku merenung. ternyata waktu berlalu begitu cepat, banyak hal yang belum kulakukan.teringat  pertanyaan yang pasti akan kujawab kelak…
“Man Robbuka?” … Siapakah Robbmu?
“Wa maa diinuka?” … dan apakah agamamu?
“Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” … dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini?
Tiga pertanyaan inilah yang disebut dengan fitnah kubur. Oleh karena itu, tiga pertanyaan pokok ini merupakan masalah besar yang penting dan mendesak untuk diketahui. Wajib bagi setiap manusia untuk mengetahui, meyakini dan mengamalkan hal ini, baik secara lahir maupun bathin. Tidak seorang pun dapat beralasan untuk tidak mengetahui tiga hal tersebut dan tidak mempelajarinya. Bahkan ketiga hal ini harus dipelajari sebelum hal lain.

Emang Akhwat bisa jatuh cinta??


Wah, ngomongin tentang cinta. Akhwat?!Jatuh cinta?! Emang bisa?!
Woi, woi, akhwat juga manusia, akhwat juga bisa jatuh cinta, seakhwatnya akhwat juga punya rasa cinta, benci, suka, dll.
Nih, salah satu contoh percakapan dua orang akhwat:
Nayla: “ras, mau nanya donk!”
Laras: “nanya apa?!“
Nayla: “tapi, kamu jawab yang jujur ya!”
Laras: “iya, emang apa?”
Nayla: “kamu pernah jatuh cinta ga?”
Laras terdiam cukup lama. Sambil berjalan di gang yang tak begitu lebar, Laras menanyakan pada dirinya sendiri: ”Pernahkah aku jatuh cinta?”
Nayla yang berjalan di depan Laras memperlambat langkah agar mereka bisa berjalan sejajar dan Nayla menunggu jawaban dari Laras.
Laras: “iya, pasti-lah pernah!” (bohong, jika ada yang mengatakan tidak pernah jatuh cinta, pikir Laras)
Nayla: “sama ikhwan?! Baru-baru ini?! (Nayla hanya memastikan bahwa sahabatnya itu pernah jatuh cinta dengan ikhwan; akhwat jatuh cinta sama ikhwan!)
Laras: “emmm, mungkin lebih tepatnya kagum! Ya, kagum! Hanya sebatas itu.” (Laras mengoreksi jawabannya. Laras pikir selama ini rasa itu hanya sebatas rasa kagum, gak lebih)
Nayla: “yup! Lebih tepatnya kagum! Aku kira orang kayak kamu gak bisa jatuh cinta!”
Laras: “loh, kenapa kamu mikir kayak gitu?!”
Nayla: “ya, akhwat kayak kamu itu kayaknya gak mungkin punya perasaan apa-apa sama ikhwan, gak mungkin jatuh cinta. Kamu itu kalem, pendiem, berwibawa banget. Ya gak mungkin-lah.”
Laras: “Tapi, nyatanya, aku bisa kagum juga kan sama ikhwan?! Itu mah fitrah kali!”
Yup! Yang namanya kagum, apalagi kagum antar lawan jenis, hal itu mah wajar-wajar aja. Yang gak wajar itu, kalo rasa kagum yang ada pada diri kita malah membuat kita melakukan hal-hal yang gak sepantasnya dilakukan (apaan tuh?!), apalagi oleh ikhwan akhwat loh. Berat euy sandangan ikhwan akhwat itu. Yang ada di pikiran kebanyakan orang nih, yang namanya ikhwan akhwat itu gak nganut yang namanya pacaran. Ikhwan akhwat lebih nganut system ta’aruf sebelum nikah. Gaya pacaran ikhwan akhwat, ya setelah mereka nikah nanti.

Sebuah Renungan Hati Untuk Ukhti Muslimah

Teruntuk Ukhti muslimah putri islami bagi dien ini. “semoga Allah swt senantiasa menjaga kesucian harga dirimu di tengah dahsyatnya fitnah dan ujian.”.

Ukhti muslimah, Ukhti islami di negeri pertiwi…

Malam ini ada gelisah yang menyusup kedalam jiwaku.Aku terbangun dengan ikatan -ikatan kecemasan.Mataku berembun sebagaimana kaca jendela kamarku yang setiap malam berbasah embun musim dingin yang begitu dahsyat.Tak ada suara selain teriakan – teriakan bathin yang menggema di liang telingaku ketika teringat keadaanmu di negeri pertiwi yang dirudung fitnah begitu besar.

Ukhti islami dinegeri pertiwi …

Kuambil pena setelah kulantunkan untaian do'a. Semoga lantunan pena kegelisahan ini membuat jiwa-jiwamu tersadar akan apa yang sebenarnya kami rasakan. Hingga pena ini tergerak untuk menasihatkan.

Ukhti muslimah…

Jika tarian pena kegelisahan ini terlalu latah dan kering , semoga tetesan bening yang membersamai tulisan ini bisa menyejukkan suasana hatimu laksana gerimis ketika hadirnya musim panas.

Ukhti islami yang sedang membaca renungan hati ini , adakah waktu beberapa menit saja di tengah kesibukanmu bersama tugas sekolah/kuliah/kerja..? Dan adakah beberapa saat saja untuk meluangkan isi hati dan perasaan demi membaca tarian pena di lembar putih ini..? Dan adakah sebentuk kesabaran yang setiap sisinya dihiasi perhatian untuk menyelesaikan membaca renungan hati ini hingga akhir..? Aku mohon engkau tak merasa keberatan ataupun waktumu tercuri untuk sekedar mendengarkan renungan hati dari seseorang yang barang kali tak pernah engkau mengenalnya.

Ukhti islami…

Izinkan tarian pena ini menggores lembut lembaran-lembaran putih ini sebagai lukisan hati aku yang sedang cinta dan cemburu karena Allah swt. Biarkan diri ini berterus terang menuliskan untaian kalimat yang sebelumnya telah aku tulis di lembar hati aku sebelum ku tuangkan di lembar putih ini. aku pun tak mengerti apakah dirimu merasa senang atau malah benci dengan kehadiran renungan hati ini yang tak pernah kau harapkan sebelumnya. aku serahkan semua kepada pemilik hati setiap jiwa yaitu Allah swt...


Ukhti islami …

Sengaja kutulis renungan hati ini untukmu ,karena aku berharap lewat renungan hati ini bisa menjadi wasilah yang membuat harga dirimu mewangi bak melati yang mekar berseri..

Ukhti muslimah…

Aku tulis renungan hati ini disaat hati aku kalut dan resah melihat keadaanmu. Hingga terkadang hanya elusan dada sebagai rasa iba yang terpendam didalam jiwa.

Bagaimana tidak iba jika setiap hari aku lihat saudari-saudarimu ditelanjangi auratnya..? Ditelanjangi sehelai demi sehelai pakaian harga dirinya di depan jutaan orang sebagai tontonan para penggembira yang mengabdikan diri kepada hawa nafsu setan.

Bagaimana tidak resah jika tiap waktu slalu kudengar saudari-saudarimu di nodai kehormatannya , bahkan menyerahkan seluruh tubuhnya demi diobral di majalah-majalah murahan yang menjerumuskan ke jurang perzinaan, Jurang yang menjijikkan yang tak pantas dilakukan kecuali para binatang yang tak berakal.

Hmmz…. bagaimana diri ini tak bersedih menangis bahwa sebenarnya pasukan setan itu menggiring mereka ke lembah-lembah jahanam di balik ketertawaan dan kemasyhuran yang sebenarnya adalah tipuan.

Ukhti islami di negeri pertiwi…

Tidak tahukah dirimu bahwa ada bening yang menetes hangat membasahi dua pipi ini saat melihat keadaanmu..? Akan tetapi seolah dirimu tak pernah mengerti arti sebuah air mata dari seseorang yang mengharapkan kejayaan harga dirimu dalam menopang panji islami bagi dien ini, Hingga akhirnya dirimu enggan mendengarkan nasehat yang dengannya mungkin Allah swt menjadikan wasilah kebaikan bagi dirimu di dunia dan akhirat kelak.

Kutulis suratan hati ini sebagai nasehat uintukmu karena Allah swt semata. Kugores saat mulut ini tak sanggup lagi bicara karena saudari-saudarimu yang tertipu itu semakin membabi buta mengumbar aurat didepan pria, Mereka bangga menjadi mangsa serigala-serigala pengumbar cinta dusta, Seakan mereka tak pernah bersedih dan justru bangga menumpuk dosa setiap harinya. Berzina dengan setiap pria yang diinginkannya demi memuaskan nafsu bejatnya.Berlenggak lenggok bagaikan cacing yang kepanasan di club-club malam, Menghabiskan hari-hari siang dan malam dengan lantunan musik yang melalaikan, Meninggalkan istananya menuju panggung–panggung hiburan. Wajahnya menghitam dibalik polesan bedak tebal yang tak pernah terbasuh sucinya air wudhu yang mencerahkan, Keningnya telah jauh dari sujud sebagaimana bejat akhlaqnya yang tak karuhan.Berdandan dan berdandan demi laris dalam perzinaan.

Oh… betapa jauhnya mereka dari belaian suami tercinta, karena kekasih mereka adalah serigala yang tajam taring dan kukunya. Tak pernah merasakan nikmatnya bercanda dengan anak tercinta karena rahim mereka telah mereka haramkan dari mengandung anak sebagai anugerah dari Arrahman, Rahim mereka kotor dengan air mani haram dan menjijikan . Naudzu b illahi mindzalik

Wahai Ukhti islami…

Tidak sampaikah kabar yang benar dari langit akan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita..? Belum datangkah kepadamu akan nasehat dari kitab dan sunnah tentang orang-orang dari kalangan wanita yang di haramkan Allah swt mencium bau jannah..? Padahal bau jannah itu tercium dari jarak 500 tahun perjalanan. Itulah para wanita penggembira di dunia tanpa mengindahkan perintah-Nya.

Ukhti islami…

Sampai disini aku tak megerti apakah kata–kata ini menembus ke relung hatimu, Hingga membuat dirimu sudi merenung sejenak untuk memperbaiki diri menjadi sesosok muslimah sejati..?  Muslimah sejati yang hidupnya bahagia dengan suami setia tercinta hingga di surga. Muslimah sejati yang jiwanya kaya dengan kasih sayang tulus kepada anak tercinta. Dan muslimah sejati yang hidupnya mulia karena menutup auratnya.

Kuharap masih tersisa secuil kesempatan untuk telusuri goresan-goresan pena di lembar putih ini.

Ukhti islami di negeri pertiwi…

Kutulis suratan hati ini saat nuraniku menjerit dan berteriak kesakitan melihat harga dirimu diinjak–injak oleh anjing–anjing durjana yang setiap saat mengintaimu, Mereka menyembunyikan kebuasan nafsunya di balik kata-kata cinta manis dan menawan, Emansipasi dan persamaan gender yang sebenarnya rayuan gombal, Mereka menyembunyikan semua itu padahal hati mereka penuh dengan makar dan tipuan bejat mereka.

Ukhti islami di negeri pertiwi…

Kedua mata ini sudah sepat membuka dan menatap hari-hari yang ditaburi kemaksiatan dan telinga ini pun juga bosan mendengar musik–musik setan yang dihalalkan pengikut kebatilan, Setiap ruang dan waktu musik-musik itu bergema di telinga dengan syair-syair cinta dusta, Di puja-puja dan dihafal para remaja melebihi cintanya terhadap ayat-ayat al-quran yang mulia, Bahkan ratusan ribu keluar demi menyaksikan konser musik, dengan berdesak-desakan dan berjingkrak ria. Bahkan diantara mereka ada yang meningggal di tempat maksiat bersama iringan suara gitar dan band yang melalaikan.

CERMINAN MASA LALU



Sebuah keajaiban? Apakah arti keajaiban? Tiba-tiba pertanyaan itu muncul begitu saja di benak Arinda. Gadis kecil yang polos itu.....

"Apa mimpimu suatu ketika?" tanya hatinya sendiri di sela kegelisahannya.

"Aku ingin berada di sebuah tempat, dimana aku tak lagi merasa sepi....," bisik Arinda seraya menatap sekeliling ruang rumahnya yang memang amat sepi. Bagaimana tidak sepi, Arinda hanya hidup berdua dengan ibunya yang sudah tua. Arinda sebenarnya bukan anak tunggal. Ia anak bungsu dari dua puluh bersaudara.

Sembilan belas saudaranya meninggal ketika masih usia batita dan balita. Entah kutuk apa, yang menimpa ibunya Arinda. Setiap anaknya berusia satu tahun, tiba-tiba sakit parah dan meninggal. Ibunya tak putus asa untuk segera hamil lagi, Tapi nasib anak kedua dan seterusnya bagai tertimpa naas yang tak berkesudahan. Lagi-lagi ketika berusia rata-rata di bawah tiga dan lima tahun sakit parah dan meninggal.

Ada yang terkena panas, muntaber, batuk, danlainsebagainya. Hingga tak terasa ibunya hamil anak yang kedua puluh. Arinda satu-satunya anak yang bertahan hidup. Namun kesialan pun tak juga berakhir, karena pada usia dua tahun, ayah Arinda harus wafat terkena sakit tipes. Jadilah Arinda anak yatim.

Satu-satunya teman Arinda hanyalah seekor kucing kecil dan sebuah boneka. Yang tiap hari diajaknya bicara dan bermain. Semua tetangga di kampungnya mengucilkannya, karena Arinda dianggap Arinda anak pembawa sial. Menurut orang kampung bahwa kematian sembilan belas saudaranya dan kematian ayahnya adalah bukti kesialannya.

Jadilah seorang Arinda yang terbiasa hidup sendiri. Kini Arinda sudah menjadi gadis kecil yang kepalanya selalu penuh obsesi. Obsesi ini membuat Arinda sering berbicara dengan bayangannya sendiri di depan cermin.

"Hai, Arinda? Kamu mulai cantik, ya?" ucapnya sendiri pada bayangan wajahnya di cermin. Kemudian ia tersenyum.

"Imoettt!" desisnya.

"Arinda....," panggil ibunya yang baru saja pulang dari pasar selesai berbelanja.

"Eh, ibu.....,"

Ibunya menggelengkan kepalanya...... Brakkkkk! Tiba-tiba sebuah suara benda terjatuh mengejutkan Arinda. Arinda segera menarik napas panjang. Ia seakan baru saja tersadar dari sebuah mimpi panjang.

"Kau, seperti sedang mengingat sesuatu?" Silvana duduk di sampingnya sambil membenahi map yang dibawanya.

"Aku kadang suka teringat terus masa kecilku, Sil!"

"Masa kecilmu? Kau menyesal karena kau terlahir sendirian?"
"Entahlah....," desah Arinda.
"Masa lalu.... Setiap orang dibentuk karena masa lalu, Rin!"
"Ya, masa laluku mungkin sebuah masa lalu yang paling mengerikan! Masa lalu yang penuh kesepian........"

"Jadi karena itu kau tidak pernah berniat menikah?"
"Aku takut menikah. Aku takut melahirkan anak-anak yang kemudian menyaksikan anakku meninggal di usia masih sangat kecil.......,"
"Arinda, kau pikir apa yang dialami ibuku akan kau alami juga?"
""Buktinya semua saudara dari bapak atau dari ibu mengucilkanku karena mereka mengnanggap bahwa aku adalah adalah sebuah kutukan....,"
"Kau ini kronis! Menuduh dirimu sendiri sebagai kutukan. Aku bersahabat denganmu sejak di sekolah dasar hingga SMP, SMA, kuliah, dan kerja bersama.... Aku tak mendapat kesialan apapun !!

KESEPIAN



K E S E P I A N


Perlahan tapi pasti
Kau meninggalkan ku tanpa sebab
Kau pergi begitu saja
Tanpa pesan dan kesan

Aku..........
Aku kesepian tanpamu
Dan kebingungan tanpamu
Aku seperti manusia bodoh

Aku ingin kembali
Seperti yang dulu
Tawa dan senyummu
Membuat ku merasa hidup

Kepergianmu
Membuatku tersandar
Dalam lamunan

Hasrat hati ingin kau kembali
Kepelukanku
Tapi..........
Dimanakah kau berada ??

Tak Selalu Yang Berkilau Itu Indah

ketika-aku-jatuh-cinta1

Ketika aku jatuh cinta…aku merasa, kalau aku manusia paling beruntung di dunia ini..
Ketika aku jatuh cinta…Dada ku sesak, sesak menahan rindu dan cintanya yang mengalir..
Ketika aku jatuh cinta…Bibir dan lidah ku seakan tak henti menari..jutaan rayuan dan syair aku dendangkan..
Ketika aku jatuh cinta…Sepi, sendiri dan lamunan mimpi adalah sahabat terbaik ku..
Dan ketika aku jatuh cinta…Aku ingat kamu,,kamu yang membuat hatiku tak pernah tenang.. *_^

Senin, 28 November 2011

Cinta kebersamaan dan harapan, asa dan semua cita

Keberadaan seseorang yang memiliki posisi spesial pada tempat teristimewa setiap hati manusia memberikan energy yang sangat berarti. Kata-kata magic “cinta” menikam relung hati terdalam , kala cinta menyapa, senyuman ditingkahi kebingungan dalam mengartikannya ditempat pertama sua menyapa. Setiap insan dilengkapi dengan rasa, “taste” cinta merebak, membuat hidup terasa bermakna, kebermaknaan ini membuat semangat yang tadinya tiada pernah diduga dimilikin seseorang akhirnya muncul dan menyadarkan bahwasanya ia memiliki sesuatu yang lebih dan lebih, bahkan ia sendiri tidak menyadarinya.

Perjalanan sebuah kata cinta, “do u love me?”, “can we be together?”, “will you be my princess?” atau tanpa legalitas kata-kata yang bermakna dalam sekalipun, pengesahan yang menjadikan seseorang memiliki komitmen yang dewasa ini dikenal dengan nama “pacaran” atau lebih halus lagi “teman dekat”. Fenomena yang sangat awam ditemui disekeliling kita.

Berlalunya sang waktu membawa sang cinta bisa menjadi lebih matang, lebih dewasa, lebih bermakna, namun bahkan bisa terjadi sebaliknya, cinta kebersamaan ini membuat kebosanan, perselisihan tiada ujung atau bahkan kata-kata kasar, saling menyakiti, bahkan saling menghina dan mengintimidasi. Cinta sngguh colouring life as life never live without it.

Cinta, akankah lebih indah jika terjadi kala pertama pandang bersua, rasa merebak dan senyum merekah saat ijab Kabul terjadi?. Akankah lebih nyaman, tenteram dan bahagia kala pengesahan itu telah direstui dimata Allah, orang tua tercinta dan handai taulan. Hati berpadu dihari yang suci, “saya terima nikahnya dengan mas kawin blab la bla…” namun sungguh, ketika hari itu berlaku, penyerahan diri totalitas baik bagi seorang suami maupun istri memberikan keikhlasan yang menyempurnakan semua yang telah diamanahkan, tugas-tugas penting menjalani bahtera menanti didepan mata. Kala yang bernama suami menjadi nahkodanya, dan yang bernama istri memberikan spirit tiada habisnya dalam menjalankan kemudi hingga selamat sampai tujuan walau ombak yang dating siapa yang bisa mengira.

Kau jadi pakaianku dan aku jadi pakaianmu, kata-kata klise tapi memiliki arti mendalam, sayang, cinta… yahh cinta ini seiring berlalunya sang waktu, ia tumbuh bersemi disertai pemahaman mendalam akan apa dan bagaimana pasangan hidup kita, penerimaan akan kelebihan dan kekurangan menjadi bumbu dalam hidup. Canda tawa bahkan duka dan tangis menjadi irama tanpa akhir yang mengiringi lirik tanpa suara. Senandungku, suaramu dan paduan suara menelisik setiap hari-hari kita.

Cinta, cinta dan cinta…… mungkin lamanya sebuah pernikahan menempatkan kata-kata ini lebih pada sebuah keagungan makna yang bernama “kasih sayang, pengertian dan perhatian”. Kebutuhan akan kehadiran dan kesetiaan.
Raut wajah mempesona
Ringankan beban di pundaku
Menyambut dengan senyum terindah
Kaulah Malaikat Sukmaku

Tubuh mu mulai berubah
Semakian renta dan rapuh
Terlihat garis perjuangan yang teguh
Memberi cinta yang tak pernah berubah
Ayah ibu tercinta
Telah kau korbankan semua
Mendidik dan membina
Hingga ku kini dewasa
Kan kubaktikan diriku
Untuk mu malaikat sukmaku
Aku hanyalah angin lalu
Tanpa perjuangan mu
Ayah Ibu tercinta
Biarlah kini ku yang menjaga
Membalas semua jasa
tak terhingga
Kau sungguh berarti
Kesempurnaan cinta kau beri
Aku menyayangi dan berbakti kepadamu
Dalam senyum dan tangisku
Aku mencintaimu dalam hidup dan perjalanku

Minggu, 27 November 2011

Ciri-Ciri Cinta Sejati



Dekapan kekasih yang hangat belum tentu cinta sejati. Ada beberapa indikator pengukurnya.

Hampir semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Tak jarang yang rela melakukan segalanya untuk memilikinya. Bahkan, ada seorang wanita yang nekat menikahi arwah pacarnya untuk mengapresiasikan kekuatan cintanya. Apakah ini yang dinamakan cinta sejati?

Simak beberapa indikator berikut untuk memastikan apakah pasangan saat ini adalah cinta sejati Anda.

Komunikasi
Komunikasi yang nyambung sangat penting dalam sebuah hubungan. Jika merasa sulit menemukan topik pembicaraan dengannya, atau hal-hal penting dalam hidup, ini adalah masalah besar.

Hubungan yang sehat harus diwarnai dengan diskusi-diskusi ringan tentang apa saja, bukan sekadar kehidupan sehari-hari. Misalnya obrolan tentang masa lalu, masa depan, tujuan hidup, keyakinan, hobi, pekerjaan, atau kepribadian masing-masing. Jika Anda merasa mampu berbagi cerita tanpa takut kritikan, bisa jadi dia adalah cinta sejati Anda.


Kepercayaan
Cinta sejati tidak akan lahir tanpa kepercayaan. Kejujuran yang tinggi bisa mempererat hubungan, namun Anda tidak dapat membangun di atas pondasi yang tidak mengandung kepercayaan dari awal.

Pengorbanan diri
Tanyakan kepada diri Anda apakah sudah cukup pengorbanan dirinya dan pengorbanan Anda sendiri. Flashback pada hal yang membuat hubungan Anda dan Dia terganggu secara emosional.

Apakah Anda berdua menempatkan orang lain saat mengatasi masalah dalam hubungan. Jika pengorbanan dirinya dan Anda hanya sedikit, mungkin itu bukanlah cinta sejati. Apa yang Anda miliki adalah hubungan yang dengan cepat bisa menjadi kodependen.

Perubahan dan Penerimaan
Cinta sejati meliputi kesediaan untuk mengubah diri demi pasangan. Apakah perubahan rencana masa depan, preferensi dekorasi interior, atau yang lainnya. Hal ini juga mencakup kemampuan untuk menerima dan perasaan aman untuk diterima .

Cinta sejati berarti bahwa Anda dapat melihat kesalahan pasangan Anda, tetapi Anda menerima mereka sebagai bagian dari hidup Anda. Anda tidak harus merasa bahwa Anda harus bertindak, bicara, berpakaian, berpikir atau merasa dengan cara tertentu agar dapat diterima menjadi orang yang dicintainya.

Menghormati
Saling menghormati tidak berarti selalu setuju satu sama lain, tetapi tidak berarti bahwa pada tingkat dasar Anda memperluas sopan dan toleransi satu sama lain bahkan di tengah-tengah perselisihan. Anda harus menghormati hak-hak masing-masing yang berbeda.

Dan, Anda harus menemukan cara untuk kompromi dan toleransi satu sama lain pada saat-saat, bahkan ketika Anda tidak merasa seperti memberikan jalan. Bahkan, ciri dari cinta sejati adalah bahwa Anda masih memilih untuk memperlakukan orang lain dengan hormat dan lembut, bahkan ketika Anda merasa sebaliknya.


Otonomi
Cinta sejati seharusnya membuat Anda lebih kuat, tidak terlalu bergantung padanya. Seseorang yang benar-benar mencintai Anda akan mendorong Anda untuk hidup, berpikir, bertindak, bernapas, mengejar impian dan menghadapi tantangan dengan dukungan penuh dan cinta di balik kehidupan Anda. Kasih sayang
Kasih sayang penting dalam sebuah hubungan. Tak hanya dalam wujud fisik, tapi juga sentuhan lain yang romantis.

Baca Juga KalKulator Cinta Pasangan , Arti Rindu Cinta Pertama , Tips Membuat Cewek Nyaman dan Melihat Keperibadian Seorang dari Alisnya
Dekapan kekasih yang hangat belum tentu cinta sejati. Ada beberapa indikator pengukurnya.

Hampir semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Tak jarang yang rela melakukan segalanya untuk memilikinya. Bahkan, ada seorang wanita yang nekat menikahi arwah pacarnya untuk mengapresiasikan kekuatan cintanya. Apakah ini yang dinamakan cinta sejati?

Simak beberapa indikator berikut untuk memastikan apakah pasangan saat ini adalah cinta sejati Anda.

Komunikasi
Komunikasi yang nyambung sangat penting dalam sebuah hubungan. Jika merasa sulit menemukan topik pembicaraan dengannya, atau hal-hal penting dalam hidup, ini adalah masalah besar.

Hubungan yang sehat harus diwarnai dengan diskusi-diskusi ringan tentang apa saja, bukan sekadar kehidupan sehari-hari. Misalnya obrolan tentang masa lalu, masa depan, tujuan hidup, keyakinan, hobi, pekerjaan, atau kepribadian masing-masing. Jika Anda merasa mampu berbagi cerita tanpa takut kritikan, bisa jadi dia adalah cinta sejati Anda.


Kepercayaan
Cinta sejati tidak akan lahir tanpa kepercayaan. Kejujuran yang tinggi bisa mempererat hubungan, namun Anda tidak dapat membangun di atas pondasi yang tidak mengandung kepercayaan dari awal.

Pengorbanan diri
Tanyakan kepada diri Anda apakah sudah cukup pengorbanan dirinya dan pengorbanan Anda sendiri. Flashback pada hal yang membuat hubungan Anda dan Dia terganggu secara emosional.

Apakah Anda berdua menempatkan orang lain saat mengatasi masalah dalam hubungan. Jika pengorbanan dirinya dan Anda hanya sedikit, mungkin itu bukanlah cinta sejati. Apa yang Anda miliki adalah hubungan yang dengan cepat bisa menjadi kodependen.

Perubahan dan Penerimaan
Cinta sejati meliputi kesediaan untuk mengubah diri demi pasangan. Apakah perubahan rencana masa depan, preferensi dekorasi interior, atau yang lainnya. Hal ini juga mencakup kemampuan untuk menerima dan perasaan aman untuk diterima .

Cinta sejati berarti bahwa Anda dapat melihat kesalahan pasangan Anda, tetapi Anda menerima mereka sebagai bagian dari hidup Anda. Anda tidak harus merasa bahwa Anda harus bertindak, bicara, berpakaian, berpikir atau merasa dengan cara tertentu agar dapat diterima menjadi orang yang dicintainya.

Menghormati
Saling menghormati tidak berarti selalu setuju satu sama lain, tetapi tidak berarti bahwa pada tingkat dasar Anda memperluas sopan dan toleransi satu sama lain bahkan di tengah-tengah perselisihan. Anda harus menghormati hak-hak masing-masing yang berbeda.

Dan, Anda harus menemukan cara untuk kompromi dan toleransi satu sama lain pada saat-saat, bahkan ketika Anda tidak merasa seperti memberikan jalan. Bahkan, ciri dari cinta sejati adalah bahwa Anda masih memilih untuk memperlakukan orang lain dengan hormat dan lembut, bahkan ketika Anda merasa sebaliknya.


Otonomi
Cinta sejati seharusnya membuat Anda lebih kuat, tidak terlalu bergantung padanya. Seseorang yang benar-benar mencintai Anda akan mendorong Anda untuk hidup, berpikir, bertindak, bernapas, mengejar impian dan menghadapi tantangan dengan dukungan penuh dan cinta di balik kehidupan Anda. Kasih sayang
Kasih sayang penting dalam sebuah hubungan. Tak hanya dalam wujud fisik, tapi juga sentuhan lain yang romantis.

Baca Juga KalKulator Cinta Pasangan , Arti Rindu Cinta Pertama , Tips Membuat Cewek Nyaman dan Melihat Keperibadian Seorang dari Alisnya

Ciri - ciri Si Dia Bukan Jodoh Anda



 Saat Anda menjalin hubungan serius dengan seseorang spesial tentunya akan berorientasi masa depan. Pernikahan pasti menjadi cita-cita, dan hubungan bukan sekadar untuk bersenang-senang.

Meskipun Anda memiliki impian besar tentang pernikahan, bukan berati di waktu yang sama pasangan juga mempunyai tujuan sama. Bisa jadi si dia belum berpikir atau malah tidak berpikir sama sekali tentang pernikahan. Menanyakannya secara langsung mungkin akan terasa risih.

Untuk itu, kenali sinyal-sinyal untuk mengetahui si dia belum tertarik membicarakan masa depan yang berujung pernikahan.

1. Tidak pernah membicarakan masa depan
Ia mungkin pernah membicarakan soal cita-cita karier atau targetnya untuk membeli sesuatu yang mahal seperti mobil atau rumah, tetapi sama sekali tidak pernah membicarakan kelanjutan hubungan apalagi pernikahan. Hal itu bisa menjadi tanda, ia belum berpikiran untuk menikah atau mungkin tidak tertarik menikah dengan Anda.

Ketika kekasih memiliki cita-cita besar dan tidak melibatkan Anda di dalamnya, mungkin pertanda ia tidak ingin menata masa depan dengan Anda. Mungkin Anda ingin menunggunya hingga keinginan dan kemantapan itu muncul. Tetapi sampai kapan? Anda mungkin masih bisa bertemu pria lain yang lebih baik.

2. Lupa hari penting berkali-kali
Saat menjadi pasangan, pasti banyak tanggal penting Anda yang biasanya dirayakan. Mulai dari ulang tahun, tanggal jadian, hingga yang berkaitan dengan pertemuan keluarga. Pria seringkali lupa dengan tanggal atau hari penting, hal itu wajar. Menjadi tidak wajar jika ia lupa hari-hari penting Anda berkali-kali. Hal itu bisa menjadi pertanda Anda bukanlah prioritas utama baginya.

3. Tertutup
Sudah berhubungan bertahun-tahun, ia masih tertutup. Anda sering merasa seperti tamu atau kenalan baru saat berbicara dengannya. Ia tidak terlalu membuka diri soal keluarganya, dan saat ditanya ia dengan sangat pintar berkelit.

Sifat tertutupnya bisa jadi karena tidak ingin Anda masuk dalam ruang pribadinya. Ia juga tidak memiliki keinginan yang lebih pada Anda selain untuk bersenang-senang dalam menjalani hubungan.

"Masa yang paling indah adalah masa remaja. Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja. Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja. Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja."
Psikologi Remaja, Karakteristik dan Permasalahannya

Remaja

Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
  1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  2. Ketidakstabilan emosi.
  3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
  6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  7. Senang bereksperimentasi.
  8. Senang bereksplorasi.
  9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Permasalahan Fisik dan Kesehatan

Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.
Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.
Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.
Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.





Masa Remaja Sebagai Periode yang Penting,,,,
Ada beberapa periode yang lebih penting daripada lainnya, karena akibatnya yang langsung terhadap sikap dan perilaku dan ada lagi yang penting karena akibat-akibat jangka panjang penting. Ada periode yang penting karena akibat fisik dan ada lagi karena akibat psikologis yang periode remaja kedua-duanya sama penting.
 
Masa Remaja Sebagai Masa Peralihan
Peralihan tidak terputus dengan atau berubah dariapa yang terjadi sebelumnya, melainkan lebih-lebih sebuah peralihan dari satu tahap perkembangan ke tahap berikutnya. Dalam setiap periode peralihan, status tidaklah jelas dan terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. Pada masa ini remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa.
 
Masa Remaja Sebagai periode Perubahan.
Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama remaja sejajar dengan tingkat perubahan fisik selama awal masa remaja ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat. Perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. Kalau perubahan fisik menurun maka perubahan sikap dan perilaku juga menurun.
 
Masa Remaja sebagai Masa Mencari Identitas.
Pada tahun-tahun awal masa remaja, penyesuaian diri dengan kelompok masih tetap penting bagi anak laki-laki maupun perempuan, lambat laun mereka mulai mendambakan identitas diri dan tidak puas lagi dengan menjadi sama dengan teman dalam segala hal, seperti sebelumnya.
 
Masa Remaja sebagai Usia yang menimbulkan ketakutan.
Anggapan stereotif budaya bahwa remaja anak-anak yang tidak rapih, yang tidak dapat dipercaya dan cenderung merusak dan berperilaku merusak menyebabkan orang dewasa yang harus membimbing dan mengawasi kehidupan remaja muda takut bertanggung jawab dam bersikap tidak simpatik terhadap perilaku remaja yang normal.
 
Masa Sebagai Masa yang tidak Realistik
Remaja cenderung memandang kehidupan melalui kacamata berwarna merah jambu. Ia melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita-cita. Semakin tidak realistik cita-citanya semakin ia menjadi marah. Remaja akan sakit hati dan kecewa apabila orang lain mengecewakannya / kalau ia tidak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkannya.
2.2.3.7 Masa Remaja sebagai ambang masa dewasa

Dengan semakin mendekatnya usia kematangan yang sah, para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa mereka sudah hampir dewasa (Hurlock, ). Perubahan-perubahan pada Masa Remaja
Perubahan Fisik
Perubahan Emosi
Pola emosi pada masa remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Perbedaannya terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajat dan khususnya ada pengendalian lat individu terhadap ungkapan emosi mereka.
Kematangan anak remaja dapat dlihat bila pada akhir masa remaja, tidak meledakkan emosinya dihadapan orang lain melainkan menunggu saat dan tempat yang lebih tepat untuk mengungkapkan emosinya dengan cara-cara yang lebih dapat diterima. Remaja yang emosinya matang memberikan reaksi emosional yang stabil, tidak berubah-ubah, dari satu emosi atau suasana hati ke suasana hati yang lain.

Masa Remaja





Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya :



  1. Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya.
  2. Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.
  3. Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh, minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, serta keinginan akan kebebasan.
  4. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
  5. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak orang tua menjadi takut.
  6. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiridan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
  7. Masa remaja sebagai masa dewasa. Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan didalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Mereka menganggap bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang mereka inginkan.
Disimpulkan adanya perubahan fisik maupun psikis pada diri remaja, kecenderungan remaja akan mengalami masalah dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Hal ini diharapkan agar remaja dapat menjalani tugas perkembangan dengan baik-baik dan penuh tanggung jawab.

Masa Dewasa Dini By Yhuly


A. PENDAHULUAN
Setelah mengalami masa kanak-kanak dan remaja yang panjang, seorang individu akan mengalami masa dimana ia telah menyelesaikan pertumbuhannya dan mengharuskan dirinya untuk berkecimpung dengan masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, masa dewasa adalah waktu yang paling lama dalam rentang hidup yang ditandai dengan pembagiannya menjadi 3 fase yaitu; masa dewasa dini, masa dewasa madya, dan masa dewasa lanjut (usia lanjut).
Masa dewasa dini biasanya dimulai sejak usia 18 tahun sampai dengan kira-kira usia 40 tahun dan biasanya ditandai dengan selesainya pertumbuhan pubertas dan organ kelamin anak telah berkembang dan mampu berproduksi. Pada masa ini, individu akan mengalami perubahan fisik dan psikologis tertentu bersamaan dengan masalah-masalah penyesuaian diri dan harapan-harapan terhadap perubahan tersebut.

B. CIRI-CIRI MASA DEWASA DINI
Masa dewasa dini adalah masa awal seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Pada masa ini, seseorang dituntut untuk memulai kehidupannya memerankan peran ganda seperti peran sebagai suami/isteri dan peran dalam dunia kerja (berkarir).
Masa dewasa dini dikatakan sebagai masa sulit bagi individu karena pada masa ini seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap orang tua dan berusaha untuk bias mandiri. Di bawah ini ada 10 ciri-ciri masa dewasa dini yaitu;
1) Masa Pengaturan (settle down)
Pada masa ini seseorang akan “mencoba-coba” sebelum ia menentukan mana yang sesuai, cocok, dan memberi kepuasan permanen. Ketika ia sudah menemukan pola hidup yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, ia akan mengembangkan pola-pola prilaku, sikap, dan nilai-nilai yang cenderung akan menjadi kekhasannya selama sisa hidupnya.
2) Masa Usia Produktif
Dinamakan sebagai masa produktif karena pada rentang usia ini adalah masa-masa yang cocok untuk menentukan pasangan hidup, menikah, dan berproduksi/menghasilkan anak. Pada masa ini organ reproduksi sangat produktif dalam menghasilkan individu baru (anak).
3) Masa Bermasalah
Masa dewasa dini dikatakan sebagai masa yang sulit dan bermasalah. Hal ini dikarenakan seseorang harus mengadakan penyesuaian dengan peran barunya (perkawinan VS pekerjaan). Jika ia tidak bias mengatasinya maka akan menimbulkan masalah. Ada 3 faktor yang membuat masa ini begitu rumit yaitu; Pertama, individu tersebut kurang siap dalam menghadapi babak baru bagi dirinya dan tidak bisa menyesuaikan dengan babak/peran baru tersebut. Kedua, karena kurang persiapan maka ia kaget dengan 2 peran/lebih yang harus diembannya secara serempak. Ketiga, ia tidak memperoleh bantuan dari orang tua atau siapapun dalam menyelesaikan masalah.
4) Masa Ketegangan Emosional
Ketika seseorang berumur duapuluhan (sebelum 30-an), kondisi emosionalnya tidak terkendali. Ia cenderung labil, resah, dan mudah memberontak. Pada masa ini juga emosi seseorang sangat bergelora dan mudah tegang. Ia juga khawatir dengan status dalam pekerjaan yang belum tinggi dan posisinya yang baru sebagai orang tua. Maka kebanyakan akan tidak terkendali dan berakhir pada stress bahkan bunuh diri. Namun, ketika sudah berumur 30-an, seseorang akan cenderung stabil dan tenang dalam emosi.
5) Masa Keterasingan Sosial
Masa dewasa dini adalah masa dimana seseorang mengalami “krisis isolas”, ia terisolasi atau terasingkan dari kelompok sosial. Kegiatan social dibatasi karena berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga. Hubungan dengan teman-teman sebaya juga menjadi renggang. Keterasingan diintensifkan dengan adanya semangat bersaing dan hasrat untuk maju dalam berkarir.
6) Masa Komitmen
Pada masa ini juga setiap individu mulai sadar akan pentingnya sebuah komitmen. Ia mulai membentuk pola hidup, tanggungjawab, dan komitmen baru.
7) Masa Ketergantungan
Pada awal masa dewasa dini sampai akhir usia 20-an, seseorang masih punya ketergantungan pada orang tua atau organisasi/instnasi yang mengikatnya.
8) Masa Perubahan Nilai
Nilai yang dimiliki seseorang ketika ia berada pada masa dewasa dini berubah karena pengalaman dan hubungan sosialnya semakin meluas. Nilai sudah mulai dipandang dengan kaca mata orang dewasa. Nilai-nilai yang berubah ini dapat meningkatkan kesadaran positif. Alasan kenapa seseorang berubah nilia-nilainya dalam kehidupan karena agar dapat diterima oleh kelompoknya yaitu dengan cara mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati. Pada masa ini juga seseorang akan lebih menerima/berpedoman pada nilai konvensional dalam hal keyakinan. Egosentrisme akan berubah menjadi social ketika ia sudah menikah.
9) Masa Penyesuaian Diri dengan Hidup Baru
Ketika seseorang sudah mencapai masa dewasa berarti ia harus lebih bertanggungjawab karena pada masa ini ia sudah mempunyai peran ganda. (peran sebagai orang tua dan sebagai pekerja.
10) Masa Kreatif
Dinamakan sebagai masa kreatif karena pada masa ini seseorang bebas untuk berbuat apa yang diinginkan. Namun kreatifitas tergantung pada minat, potensi, dan kesempatan.

Ciri-Ciri Masa Dewasa Dini


Menurut Hurlock (1996), ciri–ciri dewasa dini adalah:
a. Usia pengaturan
Di mana individu menentukan mana yang paling sesuai untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang akan memberikan kepuasan yang lebih permanen.

b. Usia reproduktif
Individu merasa siap untuk berkeluarga.
c. Usia bermasalah
Yaitu dalam tahun-tahun awal masa dewasa dini banyak mengalami masalah baru yang harus di hadapi oleh setiap individu. Rata-rata setiap individu di sibukkan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan penyesuaian diri dalam berbagai aspek.
d. Usia ketegangan emosional
Yaitu apabila individu tidak mampu mengatasi masalah-masalah utama dalam kehidupan individu sering sedemikian terganggu secara emosianal.
e. Usia keterasingan sosial
Yaitu berkurangnya frekuensi individu dalam menjalin hubungan dengan sosial. Individu yang berada pada usia dewasa dini memiliki hasrat kuat untuk maju dan bersaing, sehingga dengan banyaknya kesibukan yang miliki oleh individu, individu hanya dapat menyisihkan waktu sedikit untuk bersosialisasi
f. Usia komitmen
Yaitu individu harus dapat menentukan pola hidup baru dan harus dapat memikul tanggung jawab baru.
g. Usia ketergantungan
Yaitu individu merasa meragukan kemampuan yang di milikinya.
h. Usia perubahan nilai
Yaitu ada bebrapa alasan yang menyebabkan adanya perubahan nilai pada masa usia dewasa dini, diantaranya yang sangat umum adalah:
1. Orang muda dewasa ingin diterima oleh anggota kelompok dewasa, maka orang muda dewasa harus mau menerima nilai-nilai kelompok ini.
2. Orang muda dewasa harus bisa menyadari bahwa kebanyakan kelompok sosial berpedoman pada nilai-nilai konvensional, seperti halnya perilaku berpenampilan.

3. Individu yang berada pada usia dewasa dini lebih cenderung bergeser pada nilai-nilai yang lebih konservatif dan lebih tradisional.
i. Usia penyesuaian diri
Dalam masa ini gaya hidup yang menonjol pada individu adalah hal perkawinan dan peran sebagai orang tua, dimana pada penyesuaian ini merupakan pengganti dari masa perkenalan muda-mudi dan gaya tradisional.
j. Usia kreatif
Individu tidak ingin diperlakukan sama dengan individu lain dalam hal berpakaian, berperilaku dan bergaya bahasa karena individu tersebut takut dianggap inverior.

Kamis, 17 November 2011

mendewasakan diri dengan lingkungan

Sejarah kemanusiaan akhirnya merekam dengan obyektif bahwa orang-orang yang ada di sekeliling Nabi Muhammad saw menjadi orang besar yang produktif. Al Qur’an kadang membahasakannya dengan rijâl sebagai ilustrasi peran tokoh (lihat QS. An-Nur : 37, QS. Al-Ahzab: 23) sesekali dibahasakan dengan khaira ummah/sebaik-baik umat (lihat QS. Âli Imrân: 110). Orang-orang ini bukan saja menjadi orang penting tapi mereka menjadi manusia yang benar-benar merasa dimanusiakan oleh Rasulullah saw. Tak heran bila kemudian mereka menjelma menjadi tokoh besar yang siap memimpin peradaban.
Lihat saja Abu Bakar ra. yang tegas meredam ancaman disintegrasi dan pengkhianatan internal. Umar bin Khattab ra. menjelajah dengan berbagai futuhât di depan berbagai imperium adidaya waktu itu. Usman ra sang entrepreneur sukses yang meneruskan perjuangan pendahulunya. Pun Sang Pintu Ilmu, Ali bin Abi Thalib ra juga mampu tetap eksis di tengah guncangan prahara dan fitnah.
Mereka dan juga orang-orang di sekeliling Nabi Muhammad saw menemukan potensi kebaikannya yang kemudian dioptimalkan dengan baik menjadi ledakan prestasi yang dahsyat. Prestasi yang menghusung ruh manfaat bagi sesama. Bila kita mencerna dengan teliti mereka, para sahabat ini lahir dan tumbuh di tengah masyarakat yang sangat tidak kondusif. Bahkan sebagian orang terlalu mendramatisirnya sehingga seolah tak ada secuil pun potensi kebaikan pada zaman itu.
Dari zaman itulah sang murabbi umat ini dilahirkan. Al-Amin yang kemudian ditugaskan sebagai nabi ini terus bersemangat untuk menyulut semangat kebaikan di tengah masyarakat yang sering dibahasakan dengan jahiliyah yang keterlaluan. Dan jerih payah ini tak sia-sia. Beberapa orang yang beriman dengan risalahnya kemudian menjadi pilar solid dakwah yang menjadi basis pengembangan Islam di kemudian hari di Madinah.
Dengan kegigihan dan kesabaran, Nabi Muhammad saw pun terus berharap akan lahir generasi yang beriman kepada risalah Allah yang keluar dari generasi yang saat itu menindas beliau bahkan memperlakukan beliau tidak seperti manusia; dicaci, dicerca, dilempari dengan apapun, disakiti fisik dan perasaannya. Namun, beliau sadar bahwa perbaikan sosial tidaklah seperti permainan sulap yang bisa menyenangkan penonton. Juga tidak seperti membangun sebuah bangunan. Karena yang sedang dibangun adalah bangunan mental, pembinaan pandangan hidup yang mengalami disorientasi tentang pemaknaan terhadap Tuhan. Sehingga dalam kondisi masyarakat yang seburuk apapun masih ada yang bisa diharapkan untuk dicari potensi kebaikannya. Sekecil apapun itu. Toh, bukit dan gunung pun terdiri dari butiran-butiran pasir dan kerikil yang kecil.
Hasilnya? Seperti yang kita lihat saat ini, juga bisa kita buka-buka lembaran-lembaran sejarah.
Dan kita –meski tidak sedang mengiaskan keadaan di atas- sudah selaiknya kita menelaah diri dalam skup mikro sekalipun. Terhadap kondisi sosial masyarakat kita. Masyarakat yang ada di sekeliling kita. Dengan kondisi apapun di sekeliling kita sudah selaiknya kita berpikir positif. Jika masyakat kita sudah baik, maka menjadi kewajiban kita untuk meningkatkan potensi kebaikan tersebut serta memaksimalkan sinergi peran tersebut. Jika dalam prakteknya kita menemukan sesuatu yang sebaliknya setidaknya kita perlu melakukan dua tindakan. Pertama, tindakan proteksi terhadap diri kita dengan meningkatkan imunitas keshalihan kita. Yang kedua, sebisa mungkin kita memperbaiki keadaan sesuai jangkauan kita. Orang-orang yang bisa kita ajak kerja sama untuk memperbaiki lingkungan menjadi terus lebih baik.
Di sinilah pentingnya arti tarbiyah. Pembinaan diri sebagaimana pembinaan yang dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap para sahabatnya. Pembinaan yang berbasis multi dimensi, dimensi intelektual (dengan majelis-majelis ilmu), dimensi spiritual (dengan wejangan dan taushiyah serta dengan doa dan shalat), dimensi fisik (dengan latihan penguatan fisik dan implementasi jihad memproteksi dakwah ini), dimensi sosial (dengan menumbuhkan rasa persaudaraan, solidaritas, kerja sama dalam berbagai dan banyak hal). Selain itu juga dididik untuk teratur dan tertata dalam menyusun berbagai strategi dakwah. Peristiwa Hudaibiyah bisa diambil sampel kejelian siasat dakwah di tengah kecongkakan tokoh-tokoh antagonis dakwah ini.
Bila tarbiyah model seperti ini dilakukan oleh Nabi kita, mengapa tak kita coba aplikasikan? Dengan segala keterbatasan, sangat mungkin untuk membina berbagai potensi kebaikan yang ada pada diri kita untuk menumbuhkembangkan kemanfaatan di tengah masyarakat kita.
Dalam sekup mikro -di Mesir- bisa kita gunakan untuk ikut membantu mengurangi

Fungsi Kognitif Masa Dewasa Lanjut


Dra Juliani Prasetyaningrum, MSi, Psi.
Age only matters when one is aging. Now that I have arrived at a great age, I might just as well be twenty. (Picasso)
PERDEBATAN TENTANG PENURUNAN INTELEKTUAL PADA MASA DEWASA AKHIR

Issue mengenai penurunan intelektual selama tahun-tahun masa dewasa merupakan suatu hal yang provokatif (Santrock, 2004).  David Wechsler (1972), yang mengembangkan skala inteligensi, menyimpulkan bahwa masa dewasa dicirikan dengan penurunan intelektual, karena adanya proses penuaan yang dialami setiap orang. Sementara, John Horn (1980) berpendapat bahwa beberapa kemampuan memang menurun, sementara kemampuan lainnya tidak. Horn menyatakan bahwa kecerdasan yang mengkristal (crystallized intelligence=yaitu sekumpulan informasi dan kemampuan-kemampuan verbal yang dimiliki individu) meningkat, seiring dengan peningkatan usia. Sedangkan kecerdasan yang mengalir (fluid intelligence=yaitu kemampuan seseorang untuk berpikir abstrak) menurun secara pasti sejak masa dewasa madya.
Pendapat tersebut dipertanyakan Paul Baltes (1987) dan K Warner Schaie (1984), karena metode yang digunakan Horn adalah cross-sectional, sehingga factor individual differences, seperti perbedaan kohort, tidak diperhatikan, padahal mungkin akan sangat berpengaruh, sehingga kalau pun ditemukan perbedaan antara subjek yang berusia 40 tahun dengan subjek yang berusia 70 tahun, mungkin bukan karena factor usia, melainkan kesempatan memperolah pendidikan, misalnya.
Schaie sendiri mengadakan penelitian longitudinal tentang hal tersebut (1984), dan memperoleh hasil bahwa ternyata tidak ditemukan penurunan intelektual pada masa dewasa, setidaknya sampai usia 70 tahun. Pada tahun 1994, Schaie kembali mengadakan penelitian dan menemukan bahwa penurunan di dalam kemampuan-kemampuan mental rata-rata dimulai pada usia 74 tahun.
Kecepatan memproses, mengingat, dan memecahkan masalah
Dari banyak penelitian (Baltes, Smith & Staudinger, in press;; Dobson, dkk, 1993; Salthouse,1992, 1993, in press; Salthouse & Coon, 1993; Sternbern & McGrane, 1993), diterima secara luas bahwa kecepatan memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Penelitian lain membuktikan bahwa orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya.
Kecepatan memproses informasi secara pelan-pelan memang akan mengalami penurunan pada masa dewasa akhir, namun factor individual differences juga berperan dalam hal ini. Nancy Denney (1986) menyatakan bahwa kebanyakan tes kemampuan mengingat dan memecahkan masalah mengukur bagaimana orang-orang dewasa lanjut melakukan aktivitas-aktivitas yang abstrak atau sederhana. Denney menemukan bahwa kecakapan untuk menyelesaikan problem-problem praktis, sebenarnya justru meningkat pada usia 40-an dan 50-an. Pada penelitian lain Denney juga menemukan bahwa individu pada usia 70-an tidak lebih buruk dalam pemecehan masalah-masalah praktis bila dibandingkan mereka yang berusia 20-an.
Pendidikan, Pekerjaan, dan Kesehatan Pada Dewasa Lanjut
Pendidikan, pekerjaan dan kesehatan adalah 3 komponen penting yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif individu berusia lanjut. Ketiga komponen ini juga merupakan factor-faktor yang sangat penting untuk memahami mengapa pengaruh kohort (kelompok umur) perlu dimasukkan dalam laporan ketika mempelajari fungsi kognitif dari orang-orang dewasa lanjut.
Pendidikan
Fasilitas pendidikan, semakin tahun memang semakin meningkat, sehingga generasi sekarang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya. Pengalaman-pengalaman di dunia pendidikan, ternyata berkorelasi positif dengan hasil skor pad tes-tes inteligensi dan tugas-tugas pengolahan informasi (ingatan) (Verhaegen, Marcoen & Goossens, 1993).
Dinegara-negara maju, beberapa lansia masih berusaha untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. Alasan-alasan yang dikemukakan antara lain: 1) ingin memahami sifat dasar penuaan yang dialaminya. 2) ingin mempelajari perubahan social dan teknologi yang dirasakan mempengaruhi kehidupannya. 3) ingin menemukan pengetahuan yang relevan dan mempelajari ketrampilan-ketrampilan yang relevan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan masyarakat dan tuntutan pekerjaan, agar tetap dapat berkarier secara optimal dan mampu bersaing dengan generasi sesudahnya. 4) ingin mengisi waktu luang agar lebih bermanfaat, serta sebagai bekal untuk mengadakan penyesuaian diri dengan lebih baik pada masa pensiunnya.
Pekerjaan
Searah dengan kemajuan teknologi biasanya orang-orang dewasa lanjut, sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, cenderung bekerja dengan jenis pekerjaan yang belum mengarah ke orientasi kognitif, seperti generasi sesudahnya. Hal ini mengakibatkan banyak tenaga dewasa lanjut yang “harus” tersingkir dari dunia kerja karena tidak mampu lagi bersaing dengan generasi yang berikutnya.
Kesehatan
Tidak bisa dipungkiri bahwa fasilitas kesehatan sekarang ini jauh lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya, padahal dari hasil penelitian kondisi kesehatan berkorelasi positif dengan kemampuan intelektual individu (Hultsch, Hammer & Small, 1993). Seperti satu hasil penelitian yang menemukan bahwa hipertensi ternyata berkorelasi dengan berkurangnya performance pada tes WAIS pada individu berusia di atas 60 tahun (Wilkie & Eisdorfer, 1971). Semakin tua, semakin banyak masalah kesehatan yang dihadapi (Siegler & Costa, 1985). Jadi beberapa penurunan kemampuan intelektual yang ditemukan pada orang-orang dewasa lanjut sangat mungkin disebabkan oleh factor-faktor yang terkait dengan kesehatan daripada factor usia semata.
Selain fasilitas kesehatan, ternyata gaya hidup individu juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisiknya. Pada satu penelitian ditemukan bahwa ada hubungan antara aktivitas olahraga dengan  kecakapan kognitif pada Subjek  pria dan wanita berusia 55-91 tahun (Clarkson, Smith & Hartley, 1989). Orang-orang yang giat berolahraga memiliki kemampuan penalaran, ingatan dan waktu reaksi lebih baik daripada mereka yang kurang/tidak pernah berolah raga. Penelitian berikutnya (Park, 1992; Stones & Kozman, 1989) menyetujui bahwa olah raga merupakan factor penting untuk meningkatkan fungsi-fungsi kognitif pada orang dewasa lanjut. Yang harus diperhatikan dalam aktivitas berolah raga pada dewasa lanjut ini adalah pemilihan jenis olah raga yang akan dijalani, harus disesuaikan dengan usia Subjek, dalam arti kondisi fisik individu. Oleh karenanya sangat dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten dalam masalah ini.