Kamis, 17 November 2011

Ke-dewasa-an Diri




Dewasa, kata yang paling sering kita dengar di manapun. Dimana ketika kita lahir, tumbuh menjadi remaja, yang kemudian terus bertumbuh menjadi dewasa, tua dan akhirnya meninggal.

Namun yang sering kita lihat bahwa kata "dewasa" kadang kala salah dalam menafsirkannya. Dimana kita sering mengartikan dewasa ketika usia sudah mulai beranjak dari 30an, sering kita menyebutnya mereka sudah dewasa.

Apakah benar demikian bahwa usia seseorang (biologis) disama artikan bahwa mereka juga telah dewasa??? Saya sering kali melihat malah sebaliknya, dimana orang-orang yang sudah "berumur" kadang mempunyai tingkah laku yang masih kekanak-kanakan.

Karena "keegoisan" mereka yang "katanya" sudah berumur maka mereka ingin dikatakan dewasa. Sedangkan yang kita lihat sendiri malah sebaliknya. Contoh, ada seorang ibu yang bertengkar dengan temannya hanya karena masalah sepele, ada karena masalah belanja-an di pasar, atau disekolah anak-anak mereka yang mencampur adukkan masalah anak mereka dengan masalah ibunya.

Jadi sebenarnya apa yang dimaksud dewasa? ketika saya mengamati bahwa seseorang dikatakan dewasa ketika orang itu dapat "memposisikan" segala sesuatunya sesuai dengan "porsinya" masing-masing.

Orang yang bisa menempatkan diri, dimanapun dia berada. Mau menanggalkan semua keegoisan diri, dengan cara rendah hati, membuka pola pikir, cara pandang dll.

Bijaksana dalam berpikir, dan bertindak itulah yang saya sebut sebagai "kedewasaan diri"

Semoga kita semua sadar bahwa usia biologis tidak sama dengan usia "kedewasaan" kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar